Dalam dunia ini kita tidak punya siapa-siapa. Kecuali

Dalam dunia ini kita tidak punya siapa-siapa. Kecuali diri sendiri. Tetapi, dalam kesendirian kita, kita mempunyai sahabat yang memahami kita.
🙂

Seorang sahabat. Kita merasa dikhianati bila dia tidak menepati janjinya😦 . Kita tidak memberi dia peluang untuk menerangkan keadaannya. Bagi kita, itu alasannya untuk menutupi kesalahan dan membela diri.
Kita juga pernah membiarkan dia menanti-nanti karena kita juga ada janji yang tidak ditepati. Kita memberi beribu alasan, seakan memaksa dia menerima alasan kita. Waktu itu, terpikirkah kita perasaanya ? Seperti kita, dia juga tahu rasa kecewa. Tetapi kita sering mengabaikannya begitu saja.
Bersyukurlah mempunyai seorang sahabat yang senantiasa memahami, yang selalu berada disisi kita sewaktu kita memerlukannya. Dia mendengar keluhan kita, segala rasa kecewa dan ketakutan. Harapan dan impian juga kita tuangkan, dia memberi jalan sebagai acuan penyelesaian masalah. Namun, sepertinya kita terlalu asyik menceritakan tentang diri kita sendiri, hingga terkadang kita lupa sahabat kita juga ada cerita yang ingin dibagikan bersama kita, pernah kah kita memberi dia peluang untuk menceritakan tentang rasa bimbang dan takutnya? Pernakah kita menenangkan dia sebagaimana dia pernah menyabarkan kita?
Ikhlaskah kita mendengar tentang kejayaan dan berita gembiranya? Mampukah kita menjadi sumber kekuatannya seperti ketika dia meniup semangat kita setiap kali kita merasa kecewa dan menyerah kalah? Bisakah kita menjadi bahu untuk dia bersandar , ketika dia kehilangan harapan?
Jadilah sahabat yang lebih sering mendengar dibandingkan berbicara.
Ambilah waktu untuk memahami hati dan perasaan sahabat kita. Karena dia juga seorang manusia. Dia juga ada rasa takut, bimbang, sedih dan kecewa.
Dia juga ada kelemahan dan memerlukan seorang sahabat.
Mungkin kita selalu melihat dia tertawa, tetapi mungkin dia tidak setabah yang kita kira. Di balik senyumannya mungkin banyak cerita sedih yang ingin disampaikan. Dibalik kesenangannya mungkin tersimpan seribu kesedihan.
Tetapi jika kita mencoba menjadi sahabat sepertinya, mungkin kita akan tahu.

“Hargailah sebuah persahabatan karena dibaliknya tersimpul segalanya” .🙂🙂😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s