Cerpenku

HARAPAN KOSONG

Keinginann yang sia-sia,dan menyesal mempunyai keinginan. Aku Ridho menyukai cewek yang bernama Diana Putri Adinda Saputri, seorang cewek yang manis,baik,jago Karate. Yaa Tuhan !! Aku mengenal Diana sudah hampir setahun yang lalu saat masih kelas 1 SMA. Dan nggak nyangka banget kalau aku bakalan sekelas lagi dengannya. Aku mulai menyukainya saat pertama aku mengenalnya. Sekarang aku mulai dekat dengannya ,walaupun aku nggak pernah bisa ngungkapin kata cinta kepadanya . Padahal aku sudah nunjukin sikap kalau aku suka dengannya. Begitu pun juga sikapnya yang nunjukin kalau dia juga suka sama aku.

Pagi ku sambut dengan senyuman. Tepat pukul 06.30 wib aku berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor. Setibanya di sekolah, ternyata Diana sudah ada di parkiran. Ku lepaskan helm dan menyapa Diana.

“ Hai Diana, ngapain kamu diparkiran sendirin gini??” tanyaku

“ Hai juga Ridho, ya nungguin kamulah. Siapa lagi ??” jawab Diana

“ Hah, nungguin aku. Emangnya aku ada hutang ya sama kamu. Sampai-sampai kamu nungguin aku.” kata ku lagi.

 

“ Ya nggak lah. Aku Cuma pengen nungguin kamu saja. Emangnya nggak boleh ya?? Ya sudah aku pergi saja, kalau nggak boleh,” kata Diana sembari berjalan.

“ Ehh Diana, tunggu dulu.Boleh kok !! Gitu saja sudah marah. Kayak anak kecil saja” Kataku sambil menarik tangan Diana.

“ Yee…. habis kamu gitu sih. Aku sudah nungguin kamu, eh malah dibilang mau nagih hutang !! Kan bete’ banget” Kata Diana

“ Hehehe… maaf deh,” kata ku lagi.

“ Hah, dia nungguin aku !! Nggak biasanya. Biasanya kan kalau di sudah datang, langsung menuju ke kelas. Nggak nungguin aku. Tapi kok kali ini dia nungguin aku ya?? Apa dia tahu kalau aku suka dengannya ??” Kataku dalam hati

Aku dan Dinda  pun segera menuju ke kelas. Karena bel masuk sudah berbunyi. Pelajaran pun dimulai, pelajaran pertama yaitu FISIKA selama tiga jam,

“Haduuuh bosan banget. Pagi-pagi sudah dicekoki dengan pelajaran FISIKA tiga jam. Oh My God !! Kepalaku sudah mau pecah rasanya, ditambah lagi dengan Diana yang ngeliatin aku terus. Semakin nggak konsentrasi, “ Kataku dalam hati

“Apa Diana tahu ya, tentang perasaan ku ya?? Tadi pagi saja dia nungguin aku di parkiran,mana sendirian lagi?? “ Tanyaku dalam hati. Karena malu diliatin terus sama Diana . Aku pun mengalihkan perhatian, sehingga terkesan aku tidak mengetahui kalau Dinda Memandangi aku.

Akhirnya tiga jam pelajaran FISIKA pun selesai. Asiik… ke kantin dulu akhhhh. Dan pas banget temanku Eko dan Yogi ngajakin aku ke kantin. Ketika aku mau menyusul Eko dan Yogi yang sudah keluar kelas duluan. Tiba-tiba Diana memanggilku.

“Ridho, ke kantin bareng aku yuk !! Lagian juga Ekodan Yogi sudah jalan duluan. Mendingan sama aku aja, dari pada kamu ke kantin sendirian??” ajak Adinda

“ Hmmmh.. Baiklah kalau begitu. Tapi buruan ya, soalnya aku laper banget nih !!” kataku

“ Okee deh Ridho. Ayoo kita ke kantin!!” Ucap Diana
Aku dan Diana-pun ke kantin bareng-bareng.

” Ada apa ya,dengan nih anak??” pikirku dalam hati.

Sesampainya di kantin, aku duduk di blok kantin langganan aku. Dan ketika aku mau berangkat untuk memesan makanan, tiba-tiba Diana mencegahku.

“ Eh Ridho, kamu mau kemana??” Tanya Diana

“ Yaa mau memesan makanan lah. Mau kemana lagi??” kata ku.

“ Biar aku aja yang memesan makanan buat kamu. Jadi kamu nggak perlu desak-desakkan deh. Kan kantinnya lagi ramai banget!!” kata Diana
“ Eh.. nggak usah. Aku bisa pesan sendiri kok.” Kataku lagi

“Aku aja !! Memangnya kamu mau pesan apa?? Biar aku yang pesanin !!” Kata Diana lagi

“ Ya udah kalau kamu maksa !! Aku pesan mie goreng sama es Teh ya.” Kataku

“ Oh..okee deh.Aku pesanin yaa!!” kata Diana

Selesai Diana memesan makanan, ia pun kembali ke tempat duduknya, tepatnya di depan tempat dudukku. Karena makanan yang di pesan belum ada, sambil menunggu aku pun maen game yang ada di handphone ku. Lagi-lagi Diana memandang aku.!!”

“Aduhh… kenapa Diana pake acara ngeliatin aku segala. Emang ada yang aneh ya di wajahku. Ehmm.. Tapi nggak apa lah. Lagian juga diakan cewek yang aku suka?? Apa mungkin dia tahu kalau aku suka padanya. Makanya dia liatin aku kayak gitu.” Kataku dalam hati.

Nggak berapa lama kemudian mie goring dan es Teh pesananku pun datang, begitu juga nasi goreng pesanan Diana. Karena lapar ,ku santap mie goreng tadi tanpa menyadari kalau saos menempel dipipiku. Diana pun senyum-senyum melihat hal itu. Karena nggak enak diliatin terus ,aku pun bertanya kepada Diana.

“ Diana, ngapain kamu liatin aku kayak gitu.Emangnya ada yang aneh ya di mukaku??” Tanyaku.

“ Kamu tu, kayak anak kecil. Makan aja saosnya belepotan kemana-mana. Sini aku bersihin” Jawab Diana. Lalu Diana mengambil tisu dan membersihkan saos yang menempel di pipiku. Aku pun malu mendengar ucapan Diana tadi. Setelah membersihkan saos dipipiku tadi, aku dan Diana pun melanjutkan makan lagi.

Bel masuk pun berbunyi. Setelah membayar makanan di kantin, aku dan Diana pun bergegas menuju kelas. Nggak lama kemudian Bu Sri pun datang. Bu Sri adalah guru bidang study Bahasa Indonesia. Beliau menyuruh kami membentuk sebuah kelompok maksimal empat orang. Aku pun satu kelompok dengan Rico,Dewi dan Diana.

“Aku senang juga sih bisa satu kelompok dengan Diana. Kan jadi bisa dekat gitu, hehe. Yaa sambil menyelam minum air lah!!” kataku dalam hati.”

Kelompokku kebagian tugas membuat laporan pengamatan tentang Tumbuhan Paku yang ada disekitar. Aku dan Diana mendapat tugas mengumpulkan data. Lalu Dewi dan Rico yang menganalisa datanya.”

“Bareng Diana lagi deh!! Asikkk” Kataku dalam hati.
“ Ridho, kita harus kompak ya!! Jadi tugas kita mendapat nilai yang bagus” kata Diana

“ Okee deh Diana .Sippp Deh!!” kataku. Bel pulang pun berbunyi. Aku pun bergegas menuju parkir untuk mengambil motorku. Lalu ku hidupkan mesin motor .Langsung tancap gass dehh, hehhee!!

Setelah sampai dirumah ,aku segera masuk kamar untuk berganti pakaian ,lalu menuju meja makan untuk makan siang. Tapi sebelum menuju meja makan ,aku terlebih dahulu mengambil handphoneku di atas meja belajar. Eh nggak taunya ada sms dari Diana.

“ Hayy Ridho!! Nanti sore kamu jemput aku ya !! Kita ngumpulin data buat tugas bahasa tadi.Tapi kamu jangan lupa makan dulu ya?? Nanti kamu sakit kalau nggak makan, Eiits.. tapi jangan kayak dikantin tadi, saosnya belepotan kemana-mana. Heeee“ Kata Diana dalam sms itu.

“ Hah…Diana  sms aku. Pakai acara ngingetin aku supaya nggak lupa makan lagi. Apaa nggak salah kirim yaaa??” Kataku dalam hati. Lalu kemudian aku membalas sms tadi

“Okee deh Diana . Kamu juga jangan lupa makan ya!!! Iya..iya. Ngaak bakal ada saos lagi kok dipipiku,, hehehehehe “ kataku lewat sms tadi.

Tepat pukul 15:15 wib aku pun menjemput Diana. Lalu aku-pun meminta izin kepada ibunya agar mengizinkan kami berdua pergi. Untung saja ibunya mengizinkan. Kami berdua pun segera pergi untuk memotret Tumbuhan paku yang ada di kehidupan sehari-hari.

Nggak kerasa jarum jam udah nunjukkin pukul 17.35 aku dan Eko pun bergegas pulang karena sebentar lagi udah mau maghrib.

Di perjalanan aku dan Diana berbincang-bincang.

”Senang banget rasanya bisa sedekat ini dengan Diana,” Kataku dalam hati. Akhirnya sampai juga dirumah. Aku pun mengantarkan Diana sampai depan rumah. Tak lupa juga aku izin pamit dengan kedua orang tuanya.

” Hmmmm… Diana kamu tipe aku banget. Udah manis, baik dan sopan lagi,” kataku dalam hati.

Setelah shalat maghrib, aku membuka handphoneku yang tadi berbunyi. Dan ternyata sms dari Diana .Tapi kali ini dia sms kata-kata romantis gitu. Apa mungkin ya, Eko juga suka sama aku” kataku dalam hati. Dengan cepat aku membaca sms dari Eko.

“ Kau memang mempesona Kau memang menarik….
Sehingga kau begitu sempurna dimataku
Tapi aku hanyalah manusia yang lemah
Yang tak mampu ucapkan kata.,,Jika ku berada di dekat mu…..
Aku hanya mampu ungkapkan ..Lewat semua panca indra
Aku akan berusaha menjaga rasa itu..Hingga menyatu dengan jiwa raga”

Aku pun sedikit terkejut ,melihat sms dari Diana . Karena takut Diana salah kirim maka aku tak membalas sms dari Diana tersebut. Aku pun mencoba nggak perduli dengan sms Diana tersebut. Aku pengen curhat, tapi sama siapa?? Lalu ku putuskan untuk menulis puisi di buku diaryku untuk mencurahkan perasaanku saat ini.

Cinta yang nggak jelas apakah Adinda juga mencintaiku. Ntah sampai kapan aku memendam rasa ini.”Akhh..sudah lah!! Lebih baik aku dengerin music aja,” kataku dalam hati.Lalu aku memutar lagu yang ada di handphoneku. Ku putar lagu ungu yang berjudul “ Beri Aku Waktu” yang pas banget dengan keadaanku saat ini.

Nggak berapa lama kemudian aku pun tertidur .Tepat pukul 04.30 wib handphone ku berbunyi.Ternyata ada sms dari Diana.

“Ridho…. Bangun !! Sudah subuh niih.Sholat sana.. hehehe  “ kata Diana dalam sms tersebut.Kemudian aku pun membalasnya

“ Iya..iya.!! Aku sudah bangun kok. Nih aja mau mandi trus berwudhu. Kamu juga jangan lupa sholat ya !! heheh “kata ku

Lalu dengan segera aku mandi lalu berwudhu dan menunaikan ibadah sholat subuh. Sesudah sholat aku langsung memilih buku jadwal pelajaran hari ini. Sambil menunggu pukul 06.30 yang masih 1 jam lagi. Aku pun menonton televise lalu aku sarapan deh !! Nggak lama kemudian Diana sms lagi.

 

“Ridho…. jangan lupa sarapan yaa!! Kata Eko. Dan langsung aku membalasnya dengan kata ..

“ Okee deh Diana!! Kamu juga jangan lupa sarapan ya !! “ kataku lewat sms tersebut

Nggak kerasa satu jam pun berlalu. Segera aku pamit dengan orang tua ku. Dan ku pakai helm lalu langsung tancap gass deh.. hehee

Akhirnya sampai juga di sekolah. Aku sama Valdi udah seperti orang pacaran aja. Kemana-mana berdua, ke kantin berdua, ke perpustakaan berdua. Eitts.. tapi kalau ke wc masing-masing yaach.. hee hehhe hehe
Bel masuk pun berbunyi. Kembali seperti biasanya pelajaran dimulai. Tapi berhubung gurunya nggak ada. Jadi bisa santai-santai deh.

” Hmmhh… kenapa sih Diana ngeliatin aku kayak gitu?? Kan aku jadi salting gini.” Pikirku dalam hati.

|
Karena nggak mau Diana tahu kalau aku salah tingkah karena diliatin terus sama dia. Akhirnya aku mengalihkan perhatian ke Rico danYogi. Aku pun ikut-ikutan mereka yang sedang nyeritain ceweknya masing-masing. Aku memang bicara sama Rico dan Yogi, tapi tetap aja yang ada di pikiranku hanya ada Diana.

”Aduhh Dianaaaaa,kamu tuh buat aku jadi gila gini tau nggak” kataku dalam hati

Bel istirahat pun berbunyi ,kali ini aku ke kantin nggak sama Diana  . Tapi bareng Rico dan Yogi. Soalnya tadi Diana di panggil Pembina eskul Karate. Katanya sih rapat gitu. Tapi ya udahh la..nggak usah dipikirin ,hehehe. Mendingan aku makan aja.Habiss laper banget nih. Nggak kerasa sudah pukul 13.30 wib. Waktunya jam pulang. Dan kali ini aku ke parkiran nggak bareng Diana  lagi. Dia lagi latihan bareng anak eskul Karate lainnya, kan mereka hari ini tanding di Kodim sore nanti.

Aku pun bergegas untuk pulang dan nggak sabar lagi mau nonton pertandimngan Karate Di kodim,.. hehehe. Setibanya di rumah aku langsung ngambil handphoneku yang aku charge di ruang tamu tadi pagi. Asiikk ada sms dari Diana

“ Ridho,sore ini nonton aku Tanding Karateya !! Aku bakal persembahin satu Mendali buat kamu. Aku sayang kamu. “ kata Diana dalam sms tersebut. Aku pun terkejut membaca sms dari Diana . Dia bilang dia sayang sama aku. Tapi kenapa dia nggak ngungkapinnya terus terang saja sama aku. “ tanyaku dalam hati. Aku pun bergegas makan siang dan mandi. Soalnyakan aku mau menjemput Yogi yang rumahnya di Kenanga. Ngajakin nonton Pertandingan gitu, heheh.

Setelah mandi, aku pun siap-siap menuju rumahYogi. Diperjalanan aku masih kepikiran dengan sms Diana tadi.

” Apa iya, dia suka sama aku. Buktinya aja dia perduli banget sama aku. Mana tadi dia bilang kalau dia sayang sama aku lagi.. Arrgh, aku hanya bisa berharap aja” kataku dalam hati. Akhirnya sampai juga di rumah Yogi.Sambil nungguin Yogi ganti baju aku pun membalas sms dari Adinda tadi yang nggak sempat aku bales.

“ Iyaa,,iya!! Aku bakalan nonton kamu kok. Aku juga sayang kamu,” kataku dalam sms tersebut. Dan ternyata Yogi sudah selesai ganti bajunya.

“Ridho, ayo kita berangkat,” Kata Yogi
“ Ayo,” kataku. Kami pun bergegas. Karena takut pertandingannya sudah selesai yang sudah mulai setengah jam yang lalu, dan sekarang sudah jam 15.30 wib. Makanya aku tancap gass poll deh. Akhirnya sampai juga di Kodim. Waktu aku sampai ternyata adinda sedang melawan Sulas
“Diana , nepatin janjinya ke aku. Dia persembahin ke aku satu Mendali,” kataku dalam hati.

Pertandingan pun selesai. Aku pun bergegas untuk mengantarkan Diana pulang. Setelah mengantarkan Diana pulang ,aku mengendarai motor dengan sedikit ngebut karena sebentar lagi sudah mau magrib. Sampai juga akhrinya dirumah. Aku langsung menuju kamar dan rebahan di tempat tidur. Karena aku cape’ banget. Dan tanpa ku sadari aku pun tertidur.

Keesokan harinya aku membuka sms yang dikirim Eko tepat pukul 00.00 wib.Kata-kata  yang ia kirim menyentuh hati

“ Jatuh cinta padamu..
Semudah mata melirik..
Menghalaunya..
Seperti membuka mata saat kantuk berat menguasai..
Menghilangkannya,,
Seperti hendak menghancurkan batu karang dengan kepalan tangan.

Setelah membaca sms dari Diana  pun, ku simpan sms Diana sebagai draft di handphoneku. Aku pun berangkat sekolah dengan bersemangat. Aku semakin menunjukkan sikapku kalau aku menyukainya,. Tapi yang masih membuatku bingung, dia nggak pernah nyakan cinta ke aku. Hari-hari ku lalui dengan senang, karena sikap Diana yang menunjukkan kalau dia menyukaiku. Yaa walaupun di nggak nembak aku sampai sekarang. Tapii perasaan ku ke Diana nggak akan sirna.

5 harii kemudian….

Aku merasakan hal yang beda sama Diana. Aku merasa Diana sudah nggak perduli sama aku. Nggak seperti biasanya yang selalu bangunin aku, ngajakkin ke kantin bareng, jalan bareng di. Di sekolah pun Diana  nggak ngeliatin aku atau respect ke aku lagi. Aku sudah coba perhatian dia,tapi kali ini dia cuek sama aku.

 

” Diana kamu kenapa sih” kataku dalam hati. Aku pun mengikuti pelajaran jadi nggak konsen karena perubahan sikap Diana  yang nggak jelas. Aku pun berniat mencari tahu melalui Ayu, teman dekat Diana . Setelah pulang sekolah, ku temui Ayu yang sendirian di ruang Kelas.

“Ayu, kamu tahu kan kalau aku dekat banget sama Diana. Tapi kenapa akhir-akhir ini Diana cuek sama aku.” Tanyaku

“ Hmmhh..iya aku tahu kamu dekat sama dia. Tapi jangan sekarang ya, ngomongin hal ini. Aku lagi sibuk banget. Gimana kalau kita bicarain hal ini di Rumahku aja,” Jawab Ayu
“ Oh yaa Udah. Aku kerumah kamu jam 02.30 ya!! “ kata ku

“ Okee..” kata  Ayu. Aku pun nggak sabar untuk ketemu Ayu.

 

Pukul 02.30 pun tiba.. Segera ku kendarai motorku dan menuju rumah Ayu yang nggak jauh dari rumah Mery. Setelah sampai dirumah Ayu, aku pun menghampiri Ayu  dan menanyakan tentang perubahan Diana


“Yu.. kenapa sih,Diana berubah gitu sama aku. Aku ada salah ya sama dia, sampai-sampai dia cuek gini,” Tanya ku

“Hmm… kalau aku ceritain, kamu janji ya,, nggak bakalan marah” jawab Ayu

“ Iyaa.. buruan ceritain.” Kataku.

“Se,,Se sebenarnya Diana sudah ada pacarnya. Namanya Bambang sekolah di SMA NEGERI 2 SEKAYU. Kamu jangan marah ya.! Dia cuek sama kamu, karena dia nggak mau kamu marah atau benci sama dia” kata Ayu

“ Ja.. jadi dia sudah ada pacarnya,” kataku. Karena terkejut mendengar ucapan Ayu , air mata pun menetes dari kedua mataku.

“ Kamuu.. jangan nangis dong Ridho. Diana  nggak bermaksud gitu sama kamu.” Ucap Ayu

“ Ah… Sudah lah Yuuu!!Diana emang Cewek brengsek. Aku benci sama dia. Bilang sama dia terimakasih atas luka yang ia beri. Sekarang aku mau pulang” kata ku. Namun ketika aku mau pulang Diana pun datang bersama Fina. Dan melihat hal itu aku semakin tersiksa. Sebelum aku pulang aku menghampiri Diana dan mengucapkan beberapa patah kata.

“ Thanks ya Diana, atas semuanya. Terimakasih juga atas luka yang kamu beri. Seharusnya aku sadar kalau kamu dan aku nggak akan pernah bersatu ibarat bintang yang nggak akan pernah jatuh ke tanah.” Kataku sambil meneteskan air mata.

Diana  pun diam seribu bahasa, sedangkan fina menatapku aneh. Aku pun segera pulang, di sepanjang perjalanan aku hanya bisa menangisi kisah cintaku dengan Diana ibarat bintang yang nggak akan pernah jatuh ke tanah. Aku dan dia nggak akan bersatu. Yang ia berikan hanyalah harapan yang nggak ada artinya. Tapi aku bingung, kenapa aku masih cinta sama Diana, padahal dia udah nyakitin aku ??. Sesampainya dirumah aku langsung menuju kamar dan menangis sepuasnya lalu ku ambil handphoneku dan ku hapus nomorDiana di kontak ku. Lalu ku ambil buku diary dan kutulis apa yang ku rasakan saat ini.

**Selesai**

2 thoughts on “Cerpenku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s